Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Pada Mei 2007, WRI mengikuti program peningkatan kapasitas di Manila, Filipina. Program yang diikuti ini adalah Konferensi tentang Hal-Hak perempuan Internasional dan Workshop tentang Migrasi yang diselenggarakan oleh Women and Gender Institute (WAGI), Miriam College. Selain menjadi partisipan dalam kedua kegiatan di atas, WRI juga melakukan kunjungan ke beberapa organisasi perempuan di Manila dalam rangka membangun jaringan/networking.

 

1. Konferensi tentang Hal-Hak Asasi Perempuan Internasional

Konferensi tentang Hal-Hak Asasi Perempuan Internasional diadakan pada 8-12 Mei 2007 dan merupakan program yang ke-9. Konferensi ini diikuti oleh 30 partisipan yang berasal dari beberapa negara, yaitu Indonesia, Filipina, USA, China, dan Kamboja. Partisipan dalam konferensi ini juga berasal dari berbagai elemen, yaitu pemerintahan, NGO, akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi Internasional. Dalam konferensi tersebut, WRI mendapatkan beberapa materi tentang hak-hak perempuan, seperti: kondisi dan situasi perempuan dalam skala global dan nasional; Konsep dan Dilematis Hak-Hak Asasi Perempuan dan Hak-Hak Asasi Manusia; Hukum Internasional Hak-Hak Asasi Manusia: Filosofi, Evolusi, dan Mekanisme; dan Kesepakatan-Kesepakatan Internasional tentang Hak-Hak Asasi Perempuan : CEDAW, BPFA, ICPD, MDG. Selain materi tersebut, WRI juga mendapatkan beberapa materi tentang isu-isu spesifik yang terkait dengan Hak-Hak Asasi Perempuan. Isu-isu spesifik perempuan yang dibahas dalam konferensi ini adalah migrasi dan perdagangan perempuan, gender, perdamaian, dan keamanan, gender dan ICT, gender, Islam, dan Hak-Hak Asasi Manusia. Materi lain yang juga didapat dalam konferensi ini adalah sistem hukum domestik, meliputi: 1) hukum keluarga, hukum anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan Hak-Hak Anak, dan 2) Hukum-hukum kerja dan pelecehan seksual; Hukum perdagangan Internasional dan pasar bebas dan implikasinya terhadap Hak-Hak Asasi Manusia dan Hak-Hak Asasi Perempuan. Selain materi-materi tersebut, para peserta juga diwajibkan untuk membuat paper yang harus dipresentasikan di akhir konferensi.

 

2. Workshop tentang Migrasi

Program Workshop tentang Migrasi diadakan pada 21-26 Mei 2007. Program ini merupakan program yang pertama kali diselenggarakan oleh Women and Gender Institute (WAGI), Miriam College. Workshop ini diikuti oleh sebanyak 40 peserta yang berasal dari beberapa negara, yaitu Dalam kegiatan ini, WRI mendapatkan beberapa materi tentang migrasi, seperti: Indonesia, Filipina, Prancis, China, Singapura, dan Jepang. Partisipan dalam workshop ini juga berasal dari berbagai elemen, yaitu pemerintahan, NGO, akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi Internasional. Dalam workshop ini, WRI mendapatkan berbagai materi terkait dengan masalah migrasi. Para peserta workshop ini mendapatkan materi-materi, seperti pandangan regional dari migrasi internasional; Hak-Hak Asasi Manusia dan Migrasi; Kebijakan-kebijakan migrasi; Migrasi, Identitas dan Perubahan konsep-konsep Home dan Nation. Selain materi tersebut, peserta juga mendapatkan materi tentang isu-isu khusus yang terkait dengan migrasi, meliputi kesehatan, trafficking, dan praktik-praktik diskriminasi ras pada pekerja migran. Materi lain yang juga dibahas dalam workshop ini adalah penelitian dan metodologi yang relevan dengan migrasi; identitas dan hak-hak pekerja migran: pengaturan dan aksi; manajemen migrasi; kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan migrasi. Selain materi-materi tersebut, para peserta workshop juga diwajibkan untuk membuat paper yang dipresentasikan di akhir workshop.

 

3. Pembangunan Jaringan dan Networking

Selain mengikuti kedua program peningkatan kapasitas di atas, WRI juga melakukan pembangunan jaringan dengan 7 lembaga/NGO di Manila, yaitu CATW-AP (Coalition Againts Trade Women-Asia Pacific), Likhaan, Women Health, WAND, Saligan, Kanlungan, and W-Lead. Ke tujuh lembaga/NGO tersebut mempunyai fokus isu yang berbeda-beda.

 

CATW-AP adalah organisasi yang fokus pada isu trafficking. Organisasi ini mempunyai beberapa aktivitas, meliputi advokasi kebijakan dan hukum tentang trafficking dan pekerja migran, melakukan penelitian tentang trafficking dan pekerja migran, serta meningkatkan kapasitas perempuan terkait dengan kedua isu tersebut, terutama bagi perempuan yang sudah menjadi korban trafficking.
Likhaan merupakan organisasi yang fokus pada isu kesehatan reproduksi. Kegiatan utama dari organisasi ini adalah memberikan pelayanan kesehatan reproduksi kepada perempuan, meliputi pelayanan aborsi, KB, IMS/ISR, HIV/AIDS, kehamilan, persalinan. selain kegiatan tersebut, organisasi ini juga melakukan kegiatan advokasi kebijakan terkait dengan kesehatan reproduksi.
Women Health juga merupakan organisasi yang fokus pada isu kesehatan reproduksi dan memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi perempuan. Organisasi ini melakukan aktivitas dalam berbagai bentuk, yaitu penelitian, advokasi kebijakan terkait, peningkatan kapasitas perempuan tentang hak-hak kesehatan reproduksi, sosialisasi tentang hak-hak kesehatan reproduksi perempuan.


WAND adalah organisasi yang fokus pada beberapa isu, yaitu kekerasan terhadap perempuan, gender budgeting, pemberdayaan ekonomi, dan kesehatan reproduksi. Namun, saat ini organisasi ini lebih memfokuskan pada isu gender budget. Organisasi ini mempunyai beberapa aktivitas, seperti advokasi, penelitian, dan pemberdayaan perempuan.

 

Saligan merupakan organisasi yang fokus pada isu perempuan, kerja, dan pemerintah lokal, advokasi hukum dan kebijakan. Organisasi ini mempunyai beberapa aktivitas, seperti advokasi kebijakan baik lokal maupun nasional, pendidikan dan pemberdayaan terkait dengan isu hukum, dan dukungan dan penyelesaian kasus secara hukum. Selain itu, Saligan juga melakukan penelitian dan publikasi.


Kanlungan adalah organisasi yang fokus pada isu migrasi. Organisasi ini melakukan beberapa kegiatan, seperti advokasi kebijakan tentang pekerja migran, pelayanan kepada pekerja migran yang bermasalah, peningkatan kapasitas pekerja migran baik dalam hal pengetahuan maupun ekonomi.

 

W-Lead adalah sebuah organisasi perempuan yang fokus pada pelayanan dan advokasi hukum bagi perempuan dan anak perempuan yang mendapatkan kasus kekerasan. Organisasi ini membantu kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan dalam jalur hukum. Selain itu, organisasi ini juga memberikan peningkatan kapasitas terhadap perempuan terkait dengan isu kekerasan.


Dalam membangun jaringan ini, WRI mengunjungi NGO-NGO tersebut untuk melakukan dialog dan sharing tentang berbagai isu perempuan terkait dengan fokus isu organisasi tersebut. Sharing dan diskusi meliputi beberapa hal, seperti aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh organisasi tersebut, masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi dalam memperjuangkan isu, strategi organisasi dalam menghadapi masalah tersebut, strategi organisasi dalam memperjuangkan isu, strategi organisasi dalam mengupayakan organisasi agar tetap survive, dan jaringan serta networking organisasi. Ada dua organisasi yang gagal dikunjungi oleh WRI, yaitu Migrant Forum in Asia (MFA) dan Visayan Forum. MFA adalah organisasi internasional tingkat Asia yang berlokasi di Manila yang fokus pada perjuangan hak-hak dan keadilan untuk buruh migran. WRI gagal untuk mengunjungi MFA karena direktur eksekutif lembaga/organisasi tersebut sedang mengikuti pertemuan internasional tentang buruh migran yang diselenggarakan di Thailand. Sementara, Visayan Forum adalah sebuah organisasi yang fokus pada isu trafficking perempuan dan anak perempuan. Organisasi tersebut memberikan pelayanan meliputi psikologis dan pemberdayaan terhadap perempuan dan anak perempuan yang menjadi korban trafficking. ***

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini