Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Dampak Konsesi Hutan terhadap Kehidupan Perempuan

    Data Global Forest Watch (GFW) mencatat hilangnya Tutupan Pohon di Lahan Gambut di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak, Riau. Hal ini berpotensi terhadap terjadinya kebakaran hutan yang berangsur lama. Jumlah hutan yang terdegrasi proporsinya jauh lebih banyak dibandingkan hutan murni. Perempuan yang tergantung pada kondisi hutan akan mengalami dampak yang berkepanjangan di masa mendatang. Laju deforestasi yang semakin cepat per tahunnya di picu oleh banyaknya izin konsesi yang diberikan pada perusahaan-perusahaan perkebunan dan kehutanan, mengakibatkan akses masyarakat terhadap hutan dan sumber daya alam juga semakin terbatas.

Laporan Program Tahunan WRI, Januari – Desember 2006


Capaian

Pada 2006 WRI telah menyelesaikan kegiatan penelitiannya mengenai “Dampak Advokasi Anggaran Berkeadilan Gender di Enam Daerah di Indonesia”. Selain memperoleh data, WRI juga memberikan pengembangan kapasitas, khususnya terhadap para eksekutif dan legislatif di tingkat lokal di enam daerah penelitian. Saat ini hasil penelitian sudah sampai tahap penyuntingan dan lay-out (perancangan tata letak). Diharapkan bahwa buku mengenai “Dampak Anggaran Berkeadilan Gender di Enam Daerah di Indonesia” ini akan diterbitkan dan diluncurkan pada Agustus 2006.

 

Sejak pendiriannya, WRI telah mengembangkan jaringan kerjanya tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga pada tingkat internasional. WRI menerima undangan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan pandangannya mengenai dampak otonomi daerah terhadap partisipasi perempuan. WRI juga diminta untuk memberikan pelatihan analisis gender dan pelatihan anggaran berkeadilan gender dikarenakan pengalaman-pengalamannya, khususnya mengenai hal tersebut. Banyak undangan seperti diminta menjadi penasehat untuk Delegasi Pemerintah Indonesia untuk Konperensi PBB mengenai Kemajuan Perempuan di New York, sebagai contoh bahwa WRI telah dianggap sebagai organisasi yang mempunyai pandangan kuat mengenai isu gender dan pemerintahan di Indonesia.

 

Capaian WRI Sebelumnya

Penelitian Isu Gender

  • Melakukan penelitian mengenai dampak desentralisasi terhadap perempuan;
  • Melakukan analisis teks mengenai kebijakan publik yang mengatur desentralisasi;
  • Melakukan studi empiris mengenai partisipasi perempuan dalam pembuatan kebijakan publik dibawah desentralisasi;
  • Melakukan penelitian mengenai perspektif dan strategi organisasi perempuan dalam kaitannya dengan desentralisasi;
  • Melakukan penelitian mengenai dampak advoksi anggaran berkeadilan gender di enam daerah/kota.

 

Pengarusutamaan Gender

WRI melakukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah mengenai pengarusutamaan gender dan anggaran berkeadilan gender. Pelatihan-pelatihan diberikan untuk:

  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan
  • Departemen Keuangan
  • Departemen Dalam Negeri
  • Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasioanal

 

Anggaran Gender

  • Melakukan sosialisasi dan pelatihan gender dan anggaran berkeadilan gender untuk multistakeholder lokal di 8 kabupaten/kota, yaitu Banda Aceh, Kabupaten Solok, Kota Mataram, Kebumen, Gianyar, Manado, Kupang, Pontianak.
  • Bekerjasamai dengan pihak eksekutif, legislatif, dan LSM untuk mengembangkan indikator-indikator untuk mengukur dan pemantauan alokasi anggaran gender.
  • Merumuskan perangkat untuk menganalisis pendapatan dan belanja anggaran gender.
  • Mempersiapkan pengembangan proyek percontohan untuk penganggaran gender di lima kabupaten/kota.

 

Latar Belakang


WRI didirikan pada 27 Juni 2002, satu setengah tahun setelah implementasi pelaksanaan kebijakan desentralisasi di Indonesia. Ada lima kondisi yang menjadi kepedulian WRI:

  1. Hampir tidak ada karya tulis yang menganalisis dampak desentralisasi mengenai perempuan;
  2. Sebagian besar peraturan daerah tidak peka terhadap gender;
  3. Perempuan sulit dapat berpartisipasi mulai dari bawah ke atas dalam proses perencanaan dan penganggaran;
  4. Perempuan mempunyai akses sangat terbatas terhadap sumberdaya;
  5. Perempuan dan kelompok perempuan mempunyai pengetahuan dan kapasitas yang terbatas dalam mengurangi kemiskinan perempuan, melalui penerapan tata pemerintahan yang baik. 

 

Sejak berdirinya pada 2002, WRI bermaksud untuk mengangkat isu dampak desentralisasi terhadap perempuan di Indonesia. Dalam upaya mencapai tujuan ini, WRI melakukan beberapa penelitian, peningkatan kapasitas dengan menyelenggarakan pelatihan analisis gender dan pelatihan anggaran berkeadilan gender, serta mempublikasikan dan menyebarkan hasil dan analisis penelitian yang menggunakan perspektif gender.

 

Beberapa tahun lalu, WRI telah membentuk jaringan kerjanya dengan pengambil keputusan dari pihak eksekutif, legislatif, dan masyarakat sipil. Khususnya LSM dan kalangan universitas. Jaringan kerja ini dikembangkan dalam upaya untuk mendukung penerapan rekomendasi penelitian WRI. Sehingga dapat membantu untuk memperluas kerja demokratisasi dengan menggunakan perspektif gender untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan. Data dan informasi yang diperoleh WRI selama kegiatan penelitiannnya menjadi dasar bagi kerja pengembangan kapasitas WRI, seperti analisis gender dan pelatihan anggaran berkeadilan gender, juga publikasi dan kampanye sebagai kegiatan sosialisasi WRI.

 

Sasaran WRI


Penting bahwa isu demokrasi merangkul berbagai kepentingan masyarakat. Hal ini sejalan dengan sifat demokrasi, untuk melayani dan merefleksikan berbagai kepentingan di masyarakat. Oleh karena itu, WRI berupaya untuk melakukan beberapa penelitian dan kegiatan dalam tiga tahun mendatang sebagai berikut:

 

Penelitian
Mengembangkan institusi yang fokus pada penelitian dengan menggunakan metodologi feminis dan analisis yang akan mendukung partipasi publik perempuan dalam politik lokal.

 

Pengembangan Kapasitas
Mendukung mengembangkan berfikir kritis mengenai relasi gender dalam perumusan peraturan daerah berdasarkan kepentingan kelompok marjinal, khususnya perempuan, dalam konteks otonomi daerah.

 

Publikasi dan Kampanye
Menyediakan bahan publikasi dan promosi untuk individu, kelompok, dan institusi yang beraprtisipasi dalam upaya mengembangkan tata pemerintahan yang baik dan proses demokrasi inklusif yang dengan sungguh-sungguh mempertimbangkan hak-hak perempuan.

 

Strategi

Penelitian

Bagi WRI, penelitian merupakan kegiatan utama organisasi. Penelitian-penelitian WRI dilaksanakan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin data dan informasi dari delapan lokasi mengenai dampak pelaksanaan desentralisasi terhadap perempuan. Pada penelitian-penelitian tersebut dikumpulkan data dan informasi mengenai perjuangan perempuan untuk kepentingan tata pemerintahan yang lebih baik, juga partisipasi mereka dalam proses demokratisasi dalam politik lokal, termasuk data dan informasi yang terkait dengan perencanaan dan penganggaran. Selain itu, pemetaan mengenai kondisi dan posisi diadakan oleh organisasi perempuan lokal dalam proses demokratisasi.

 

Pengambangan Kapasitas
Dalam upaya mendukung Penelitian, Publikasi dan Kampanye, WRI melaksanakan Program Pengembangan Kapasitas baik untuk staf internal WRI maupun untuk masyarakat di daerah.


Publikasi dan Kampanye
Data dan informasi yang dikumpulkan melalui penelitan-penelitian WRI dianalisis dan dipublikasikan dalam berbagai bentuk seperti buku, jurnal, dan makalah. Materi-materi ini juga digunakan sebagai bahan kampanye untuk memantau pelaksanaan desentralisasi di delapan kabupaten/kota. Oleh karena itu, ketiga program WRI tersebut saling terkait dan berkelanjutan. Sebagai konsekuensinya, program-program tersebut memberikan berkontribusi untuk memantau pelaksanaan desentralisasi di Indonesia dalam upaya untuk meyakinkan bahwa program-program tersebut akan menguntungkan rakyat miskin, terutama perempuan.

 

Program-program


Penelitian

  1. Penelitian mengenai pelaksanaan desentralisasi dan dampaknya terhadap partisipasi publik perempuan dalam politik lokal.
  2. Penelitian mengenai bagaimana perjuangan perempuan untuk mencapai tata pemerintahan yang baik dan proses demokratisasi inklusif dalam politik lokal.


Pengembangan Kapasitas

  1. Advokasi Kebijakan mengenai perencanaan dan alokasi anggaran pemerintah daerah dengan menggunakan perspektif gender. 
  2. Pemetaan mengenai keberadaan organisasi perempuan daerah dalam upaya untuk mengidentifikasi representasi, kebutuhan dan kepentingan perempuan dalam proses pengambilan keputusan.

 

Publikasi dan Kampanye

  1. Mempublikasikan dan menyebarkan pengetahuan dan informasi mengenai dampak otonomi daerah terhadap partisipasi politik perempuan dalam politik lokal.
  2. Melakukan kampanye melalui dialog publik untuk mengkaji ruang publik dan peranan politik perempuan yang dibangun dalam politik lokal dan juga dampaknya terhadap perempuan.
  3. Melakukan kampanye dengan membangun dialog interaktif diantara anggota masyarakat sebagai masukan untuk advokasi kebijakan publik yang mendukung pelaksanaan otonomi daerah yang mendorong pemenuhan kepentingan perempuan.
  4. Menyediakan materi kampanye yang secara visual menggambarkan isu yang diangkat dalam kegiatan kampanye.

 

Tujuan dan Hasil


Program Penelitian

Tujuan WRI atas Penelitian (1-2)

  1. Membangun masyarakat multibudaya yang berdasarkan kesetaraan gender, dalam upaya mencapai pelaksanaan pemerintahan yang baik dan proses demokrasai yang inklusif dengan merevitalisasi dan mendemokratisasikan organisasi perempuan lokal yang sudah ada. Dengan demikian, organisasi-organisasi tersebut dapat bekerja untuk menyampaikan pendapat, kebutuhan dan kepentingan mereka dalam proses pengambilan keputusan pada politik lokal.
  2. Memperkuat posisi perempuan dalam konsep distribusi kekuatan pada politik lokal untuk memungkin mereka mengambil bagian dalam proses pembuatan keputusan atas sumberdaya lokal.
  3. Membuka kesempatan untuk lebih banyak orang baik perempuan maupun laki-laki untuk mengontrol sumberdaya mereka yang mewakili banyak kepentingan.


Hasil Penelitian (1–2)

  1. Menciptakan ruang bagi masyarakat untuk mendiskusikan metodelogi dan teori feminis, juga berbagi beragam wacana dan hasil penelitian mengenai dampak Otonomi Daerah terhadap partisipasi politik perempuan pada politik lokal.
  2. Mengembangkan konsistensi dalam penerapan metode dan analisis feminis di semua penelitian, serta konsisten dengan pelaksanaan di masyarakat.

 

Pengembangan Kapasitas


Tujuan WRI atas Kapasitas Organisasi (3-4)

  1. Memperkuat Kapasitas Organisasi Perempuan Lokal.
  2. Mengorganisir multistakeholder untuk secara bersama-sama mengidentifikasi masalah perencanaan dan penganggaran daerah yang tidak memperhitungkan kebutuhan dan kepentingan kelompok marjinal, terutama perempuan.
  3. Melatih meningkatkan kapasitas pelaku lokal dalam melaksanakan perencanaan dan perumusan alokasi anggaran yang menggunakan perspektfi gender.
  4. Mendorong daerah-daerah untuk mengembangkan diri sebagai model penerapan terbaik atas kebijakan anggaran dan analisis anggaran yang menggunakan perspektif gender.
  5. Merevitalisasi dan mendemokratisasi organisasi perempuan lokal, dalam upaya untuk mencapai representasi, kebutuhan dan kepentingan perempuan dalam proses pengambilan keputusan untuk menyeimbangkan kekuatan paternalistik yang dominan.


Hasil Pengembangan Kapasitas (3-4)

  1. Mengembangkan pusat pembelajaran mengenai pelaksanaan pemerintahan yang baik yang berdasarkan perspektif gender di seluruh Indonesia.
  2. Menciptakan dasar pembelajaran untuk merumuskan kembali dan konsep pelaksanaan desentralisasi dan demokrasi inklusif, diantaranya meningkatkan anggaran dan perencanaan gender berdasarkan partisipasi perempuan akar-rumput.

 

Publikasi dan Kampanye
Tujuan Publikasi dan Kampanye (5-8)

  1. Mesosialisasikan temuan-temun penelitian WRI untuk publik yang lebih luas.
  2. Memberikan pengetahuan mengenai pentingnya untuk melihat dampak otonomi daerah terhadap partisipasi politik perempuan dalam konteks lokal.
  3. Membentuk kelompok pendukung multistakeholder di masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya implikasi otonomi daerah terhadap partisipasi perempuan dalam politik lokal.
  4. Memperkuat kegiatan advokasi di daerah-daerah.
  5. Mendokumentasikan temuan-temuan penelitian dalam bentuk buku, booklet, modul, dan makalah.


Hasil Publikasi dan Kampanye (5–8)

  1. Data, baik kualitatif maupun kuantitatif, mengenai posisi dan partisipasi perempuan di era otonomi daerah.
  2. Buku-buku yang berkaitan dengan otonomi daerah yang menggunakan analisis gender.
  3. Jaringan untuk mendistribusikan materi di beberapa daerah di seluruh Indonesia.
  4. Modul mengenai Analisis Gender dan Anggaran Berkeadilan Gender.

 

Bagian berikut akan menggambarkan kegiatan WRI dan pencapaiannya sepanjang semester pertama 2006 (Januari hingga Juli 2006).

 

Kegiatan-kegiatan


Dukungan Institusional


Sejak Pebruari 2006, WRI telah mengembangkan situsnya www.wri.or.id. Situs ini akan diperbaharui (up-date) dengan informasi terkini mengenai penelitian dan publikasi mengenai dampak desentralisasi terhadap partisipasi politik perempuan. Situs ini dibuat dalam 2 versi yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam upaya untuk mengakomodir pekerjaan memperbaharui situs, WRI telah meningkatkan sistim telepon dan modemnya. Dengan begitu diharapkan pekerjaan situs akan berkelanjutan dan mudah untuk di akses.

 

Penelitian


Divisi ini dikoordinir oleh Ibu Erni Agustini. Mulai Pebruari 2006, Ibu Margaret Aliyatul Maimunah bergabung dengan tim peneliti untuk melakukan penelitan WRI ke-4 mengenai “Dampak Advokasi Anggaran Berkeadilan Gender di 6 Daerah di Indonesia”. Keenam daerah tersebut adalah Makassar (Sulawesi Selatan), Mataram (Nusa Tenggara Barat), Surabaya termasuk Lamongan (Jawa Timur). Surakarta (Jawa Tengah), Yogyakarta termasuk Gunung Kidul (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). Kegiatan penelitian ini dilakukan oleh lima peneliti, yaitu Ibu Erni Agustini, Ibu Diana Teresa Pakasi, Ibu Siti Nurwati Hodijah, Ibu Margaret Aliyatul Maimunah, dan Ibu Amorisa Wiratri. Untuk kebutuhan penelitian keempat ini, WRI telah melibatkan tenaga ahli sebagai konsultan penelitian WRI, mereka adalah Dr. Aris Arif Mundayat (Departemen Antropogi, Universitas Gajah Mada), Dr. Mundayat diminta untuk memberikan masukan-masukan mengenai metodologi dan mempertajam analisis dari temuan-temuan. Selain membimbing proses penelitian, Dr. Aris Arif Mundayat juga terlibat sebagai peneliti di Surakarta. Saat ini, penelitian ke empat telah dalam tahap penulisan untuk tujuan pembuatan buku dan akan menjadi publikasi WRI berikutnya.


Divisi penelitian juga dalam proses mempersiapkan jurnal mengenai metodologi penelitian, khususnya mengenai Metode Feminis dalam Penelitian Sosial. Artikel-artikel jurnal tersebut akan ditulis berdasarkan pengalaman-pengalaman WRI dalam melakukan penelitian lapangan di area industri di pinggiran Jakarta. Penelitian lapangan dilakukan oleh tim penelitian WRI sejak Juli hingga September 2006. Tema jurnal saat ini adalah mencoba mendiskusikan mengenai metode dan teknik dalam menangkap kemiskinan di perkotaan, khususnya yang dihadapi oleh perempuan. Divisi penelitian juga tengah mempersiapkan penelitian WRI tiga tahun ke depan, mengenai “Kemiskinan berbasis gender melalui Penyediaan Layanan Kesehatan Utama, Pendidikan, dan Kesempatan Kerja”. Diharapkan bahwa desain penelitian keseluruhan akan selesai pada Nopember 2006.

 

Referensi

 

Dalam kaitannya dengan kegiatan penelitian WRI, divisi penelitian telah mengumpulkan referensi-referensi seperti buku, makalah, artikel dan data sekunder dari daerah penelitian. Mulai akhir Juli 2006, dokumentasi dan koleksi WRI telah mencapai 856 buah. Ada 370 buah tambahan baru atas 486 buah pada semester sebelumnya. Sejak akhir Desember 2006, dokumentasi dan koleksi WRI telah menjadi 1049 buah. Ada sekitar 193 buah tambahan baru atas 856 buah pada semester terakhir.

 

Publikasi dan Kampanye
Kampanye


Pada tanggal 5-8 Juni, 2006, WRI menyelenggarakan Lokakarya Nasional mengenai ”Mengembangkan Kompetensi dan Strategi atas Perencanaan dan Penganggaran Gender untuk Lembaga Swadaya Masyarakat, Pemerintah Daerah dan DPRD”.

 

Lokakarya diselenggarakan dalam tiga sesi sebagai berikut:
Sesi-sesi pada hari pertama dilakukan dengan menggunakan metode fasilitasi. Ibu Edriana Noerdin dan Ibu Sita Aripurnami memfasilitasi diskusi kelompok. Pada sesi pertama, peserta mendiskusikan mengenai beberapa topik yaitu Strategi Gender Mainstreaming dan Gender Analisis dalam Perencanaan, Mengidentifikasi Isu Gender di Enam Daerah, Perencanaan Program dan Kebijakan Responsif Gender di Enam Daerah, dan Anggaran Berkeadilan Gender. Sebagai hasilnya dari hari pertama adalah bahwa seluruh peserta setuju untuk merumuskan indikator-indikator untuk membantu para multistakeholder menerapkan gender dan penilaian kesejahteraan berbasis gender. Sedangkan, sesi pada hari kedua diselenggarakan dalam bentuk seminar, yang memungkinkan para peserta untuk belajar langsung kepada pengambil keputusan dari institusi pemerintah mengenai Perencanaan Anggaran Berkeadilan Gender. Seminar dibagi ke dalam tiga sesi:


Sesi pertama nara sumber mempresentasikan:

  1. “Dasar Hukum dan Mekanisme Pelaksanaan Strategi PUG dalam Konteks Pembangunan Nasional”, oleh Dr. Sujadi Soeparman MPH, Deputy Pengarusutamaan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan.
  2. “Mekanisme Daerah dalam Pembuatan RPJMD yang Responsif Gender”, oleh Ir. Asminarsih Zahid, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Departemen Dalam Negeri.
  3. “Anggaran Gender melalui Realokasi Anggaran”, oleh Dr. Alexander Irwan, Program Officer, The Ford Foundation.


Pada sesi kedua nara sumber mempresentasikan:

  1. Pengalaman dan Strategi Partisipasi Warga”, oleh Dr. Hans Antlov, Program Pendukung Pemerintahan Daerah.
  2. “Pengembangan Kompetensi dan Strategi mengenai Perencanaan dan Anggaran Berkeadilan Gender”, oleh Dr. Aris Arief Mundayat, Senior Program Manager WRI.
  3. "Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Jender", oleh Dr. Ir. Dedy M. Masykur Riyadi, oleh Deputi Sumberdaya Manusia dan Budaya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas).

 

Pada sesi ketiga mendiskusikan mengenai Model Strategi Mengembangkan Advoksai Anggaran Berkeadilan Gender. Pada sesi ini, para peserta memberikan masukan-masukan terhadap mekanisme, strategi dan indikator anggaran gender di enam daerah dari daerah penelitian WRI. Sesi ketiga ini difasilitasi oleh Ibu Edriana Noerdin dan Ibu Sita Aripurnami. Pada hari terakhir lokakarya yaitu hari ketiga, para peserta mendiskusikan Rencana Kerja Pelaksanaan Strategi dan Advokasi Kolektif. Secara umum, lokakarya bertujuan untuk bertemunya multistakeholder (eksekutif dan legislatif tingkat daerah, juga LSM) untuk berbagi pengalaman, belajar dari satu sama lain dan membangun komitmen diantara mereka untuk merumuskan anggaran gender dan perencanaannya di Indonesia.


Pada 31 Agustus 2006, WRI meluncurkan buku yang berjudul “Dampak Advokasi Anggaran Berkeadilan Gender di 6 Daerah di Indonesia”. Peluncuran buku ini dilangsungkan di Auditorium S. Widjojo Center, yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang seperti wakil dari media, organisasi perempuan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan para pengambil keputusan di institusi pemerintah, juga wakil dari organisasi internasional. Pembahas dalam buku ini adalah oleh Dr. Aris Arif Mundayat (Senior Program Manager Divisi Penelitian WRI), Drs. Abdul Kadir, MA (Asisten Deputi Pengarus Utama Gender), Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Kesimpulam dari diskusi ini adalah perspektif gender disepakati sebagai perspektif penting untuk membantu pemerintah maupun masyarakt sipil mencapai keadilan bagi perempuan dan laki-laki di Indonesia.


Publikasi


Pada saat ini, WRI dalam tahap mempersiapkan bukunya yang akan datang. Buku ini merupakan hasil penelitian keempat WRI yang berjudul “Dampak Advokasi Anggaran Berkeadilan Gender di 6 Daerah di Indonesia”. Hasil penelitian diperkaya dengan masukan-masukan dari lokakarya nasional yang diselenggarakan pada tanggal 5-8 Juni 2006 dan serangkaian Kelompok Diskusi Terfokus (FGD- Focus Group Discussion) di 6 daerah yaitu Surakarta, Gunung Kidul, Kupang, Makassar, Surabaya, dan Mataram. Data ditulis kembali oleh Dr. Aris Arif Mundayat, Ibu Edriana Noerdin dan Ibu Sita Aripurnami.


Tema buku ini adalah untuk menunjukkan sampai sejauh mana advokasi gender budget telah berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat yang termarjinalkan, khususnya perempuan. Diharapkan bahwa buku ini dapat memberikan dokumentasi mengenai bagaimana kita dapat membuat strategi untuk membantu multistakeholder dalam merumuskan perencanaan anggaran berbasis gender. Sehingga, pada akhirnya akan memberikan dampak terhadap perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat yang termajinalkan, khususnya perempuan dan anak-anak. Buku ini dalam tahap penyelesaian akhir (editing) oleh Arya Wisesa, seorang editor terkenal mengenai isu-isu sosial di Indonesia, dan disain buku dilakukan oleh Program Officer Publikasi WRI. Semoga buku ini dapat dipublikasikan pada akhir Agustus 2006.

 

Jaringan Kerja


Pada 27 Pebruari hingga 12 Maret 2006, Ibu Edriana Noerdin dan Ibu Sita Aripurnami berpartisipasi sebagai penasehat untuk delegasi Indonesia di Konperensi Internasional Sesi ke-50 Komisi Status Perempuan di New York. Konperensi ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh PBB. Ibu Edriana Noerdin dan Ibu Sita Aripurnami diminta oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk menjadi penasehat delegasi Pemerintah Indonesia. Pertemuan ini merupakan pertemuan penting karena semua peserta memiliki kesempatan untuk memberikan masukan dan pengaruh mengenai penulisan rancangan Resolusi, khususnya yang terlibat dalam penulisan rancangan resolusi mengenai isu Kerja, Kesehatan, dan Pendidikan selain isu spesifik seperti Perempuan Pekerja Migran dan Parisipasi Politik Perempuan. Kehadiran WRI dalam konperensi ini adalah sebagai penasehat bagi pemerintah untuk menunjukkan bahwa sebagai lembaga penelitian, WRI kini dianggap sebagai mitra oleh pemerintah Indonesia.


Sejak tanggal 25 September 2006, WRI diminta untuk terlibat sebagai anggota dewan penasehat Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat untuk mendiskusikan mengenai pelaksanaan program strategi penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Respek terhadap WRI juga datang dari institusi internasional, seperti Bank Dunia. Pada 7 Desember 2006 Ibu Edriana Noerdin dari WRI diminta untuk menjadi salah seorang narasumber “Konperensi Nasional Strategi Penanggulangan Kemiskinan” yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta.

 

Pengembangan Kapasitas


Divisi pembangunan pengembangan kapasitas WRI saat ini berkolaborasi bekerjasama dengan divisi penelitian WRI yang melaksanakan penelitian lebih fokus pada isu “Dampak Advokasi Anggaran Berkeadilan Gender di Enam Daerah di Indonesia”. Sama seperti tahun sebelumnya, divisi ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas multistakeholder mengenai pengembangan anggaran lokal dengan menggunakan perspektif gender. Oleh karena itu, antara Pebruari hingga Mei 2006, divisi yang dipimpin oleh Ibu Edriana Noerdin dan Ibu Sita Aripurnami, menyelenggarakan Kelompok Diskusi Terfokus (Focus Group Discussions-FGD) di enam daerah, yaitu Surakarta (Jawa Tengah), Gunung Kidul (D.I. Yogyakarta), Surabaya (Jawa Timur), Mataram (Nusa Tenggara Barat), Makassar (Sulawesi selatan), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). Diskusi Fokus Grup dilakukan untuk mendukung penelitian, juga memberikan sosialisasi dalam upaya memperkuat kapasitas multistakeholder di enam daerah untuk gender gender.


Sebagai salah satu dari dukungan Ford Foundation terhadap kapasitas internal WRI, Dr. Meiwita Budiharsana, Country Representative dari Ford Foundation, pada Juni 2006 telah memberikan kesempatan kepada Ibu Edriana Noerdin dan Ibu Sita Aripurnami mengikuti tiga minggu program penulisan di The National University of Singapore (NUS) untuk membuat materi tertulis berdasarkan penelitian kedua dan ketiga WRI. Oleh karena itu, Ibu Edriana Noerdin dan Ibu Sita Aripurnami akan hadir pada program penulisan di Singapura dari tanggal 4-27 Agustus 2006. Tuan rumah dari program penulisan ini adalah Asean Research Institute (ARI), dan Dr. Davin Jones akan bertindak sebagai pengawas untuk mendiskusikan mengenai pengembangan penulisan dan penajaman analisis. Saat ini, tulisan tersebut masih dalam tahap penyuntingan oleh Ibu Liza Hadiz.

 

Penyebaran Publikasi


Dalam kaitannya dengan upaya untuk menyebarluaskan publikasi/buku WRI, hasilnya menunjukkan bahwa permintaan terhadap buku WRI sangat menggembirakan. WRI telah memperluas kerjasamanya untuk mendistribusikan publikasinya melalui empat distributor yang aktif mendistribusikan buku-buku di kampus-kampus sekitar Jakarta, dan juga bekerjasama dengan tiga toko buku Gramedia di Matraman, Pondok Indah, dan Pasar Baru, selain itu juga bekerjasama dengan toko buku Jurnal Perempuan. Buku-buku tersebut juga didistribusikan di Departemen Antropologi, Universitas Gajah Mada di Yogyakarta. WRI juga mendistribusikan publikasinya ke jaringan kerjanya di tingkat nasional, antara lain ke LSM, Pusat Studi Kajian Perempuan di Universitas Indonesia, dan Lembaga Pemerintah. Data mengenai publikasi WRI dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 

Table: Penyebaran Publikasi

Judul Buku            

Dicetak

Disebarkan

Metode Feminis dalam Penelitian Ilmu Sosial

1050

679

Politik Identitas Perempuan Aceh

1000

985

Modul Analisa Gender & Anggaran Berkeadilan Gender

530

271

Representasi Perempuan dalam Kebijakan Publik di Era Otonomi Daerah 

1000

945

Potret Kemiskinan Perempuan

1026

426

Studi Dampak Advokasi Anggaran Berkeadilan Gender

1010

759

Berdasarkan data sampai akhir Desember 2006

 

Kesimpulan


Ketika dukungan dari Ford Foundation tiba pada tahap akhir, dibawah ini adalah beberapa pencapaian yang disoroti selama kegiatan enam bulan terakhir. Sesungguhnya, dukungan Ford Foundation sangat signifikan untuk kerja WRI, yang karenanya membantu WRI melaksanakan semua kegiatannya, khususnya kegiatan utama yaitu penelitian. WRI memandang bahwa semua kegiatan yang direncanakan telah memenuhi tujuannya. Kegiatan penelitian yang didukung oleh Kemitraan untuk Tata Pemerintahan yang Baik di Indonesia bekerjasama dengan Uni Eropa telah selesai, dan sekarang dalam tahap akhir penyelesaian bukunya berdasarkan penelitian. Selain itu WRI juga sedang dalam tahap penulisan buku berdasarkan penelitian kedua dan ketiga WRI, dibawah supervisi Dr. Gavin Jones dari ARI – NUS, Singapura.


Bersamaan dengan publikasinya, WRI juga telah membangun situs yang dapat diakses. Situs tersebut memaparkan kerja WRI dalam dua versi yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang terdiri dari informasi dan data mengenai gender dan isu pemerintahan. Saat ini, divisi publikasi bekerjasama dengan divisi penelitian dalam mempersiapkan Jurnal mengenai Metode Feminis dalam Penelitian Sosial. Diharapkan Jurnal ini dapat diterbitkan pada Nopember 2006 yang akan datang.


Mengacu kepada pencapaian WRI sampai akhir Desember 2006, WRI memandang bahwa semua kegiatan yang direncanakan telah memenuhi tujuan. Buku berdasarkan kegiatan penelitian yang didukung oleh Kemitraan untuk Tata Pemerintahan yang Baik di Indonesia bekerjasama dengan Uni Eropa, diluncurkan pada 31 Agustus 2006 di Auditorium S. Widjojo Center. WRI juga telah menyelesaikan penulisan makalah berdasarkan penelitian kedua dan ketiga WRI, di bawah pengawasan Dr. Gavin Jones dari ARI – NUS, Singapura. Tulisan tersebut saat ini dalam tahap penyuntingan oleh Ibu Liza Hadiz


Sejak didirikan, WRI telah mengembangkan jaringan kerjanya tidak hanya pada tingkat daerah maupun nasional, tetapi juga pada tingkat internasional. WRI menerima undangan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan pandangan mengenai dampak otonomi daerah terhadap partisipasi perempuan. WRI juga diminta untuk memberikan pelatihan analisis gender dan pelatihan anggaran berkeadilan gender karena pengalaman WRI khususnya dalam isu tersebut. Undangan lainnya adalah menjadi penasehat pemerintah Indonesia dalam kaitannya dengan strategi penanggulangan kemiskinan adalah sebuah contoh bahwa WRI telah dianggap sebagai salah satu organisasi yang mempunyai pandangan yang kuat mengenai isu gender dan pemerintahan di Indonesia.
Pada akhirnya, diharapkan bahwa kerja WRI dapat berkontribusi dalam proses mencapai keadilan sosial bagi perempuan maupun laki-laki di era otonomi daerah.***

 

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini