Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Dampak Konsesi Hutan terhadap Kehidupan Perempuan

    Data Global Forest Watch (GFW) mencatat hilangnya Tutupan Pohon di Lahan Gambut di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak, Riau. Hal ini berpotensi terhadap terjadinya kebakaran hutan yang berangsur lama. Jumlah hutan yang terdegrasi proporsinya jauh lebih banyak dibandingkan hutan murni. Perempuan yang tergantung pada kondisi hutan akan mengalami dampak yang berkepanjangan di masa mendatang. Laju deforestasi yang semakin cepat per tahunnya di picu oleh banyaknya izin konsesi yang diberikan pada perusahaan-perusahaan perkebunan dan kehutanan, mengakibatkan akses masyarakat terhadap hutan dan sumber daya alam juga semakin terbatas.

Laporan Program Tahunan WRI, Januari-Desember 2007


Refleksi

  • Kerangka penelitian pertama hanya melihat akses dan pemanfaatan layanan kesehatan bagi perempuan miskin di lima kabupaten. Selama melakukan persiapan penelitan, WRI menemukan bahwa beberapa kabupaten wilayah penelitian tidak merepresentasikan wilayah yang miskin. Oleh karena itu, berdasarkan diskusi dengan beberapa ahli, WRI mengubah wilayah penelitian dan menambah beberapa lokasi baru untuk mendapatkan data yang mewakili masyarakat miskin. 
  • Interaksi antara aktivitas-aktivitas WRI di bawah hibah yang berbeda dapat mendukung kerja yang diimplementasikan di bawah dukungan Ford Foundation. Selama 2007, WRI juga melatih para pemangku kepentingan di 15 kabupaten mengenai advokasi untuk menurunkan angka kematian ibu disamping meningkatkan alokasi anggaran pelayanan kesehatan khusunya bagi ibu dan anak. Hasil-hasil program ini, seperti analisis anggaran terkait layanan kesehatan di 15 kabupaten dan modul mengenai advokasi dan analisis anggaran, dapat membantu WRI mencapai tujuan jangka panjangnya untuk meningkatkan kondisi dan posisi perempuan di Indonesia.

 

Aktivitas/Permasalahan yang Teridentifikasi


A. Operasi penelitian di lima kabupaten: Mataram (Lombok), Surakarta (Jawa Tengah), Kupang (Timor Barat), Subang (Jawa Timur), and Jembrana (Bali) ditujukan untuk meneliti:

  • Apakah instrumen-instrumen alokasi anggaran ramah gender WRI dapat menghasilkan perubahan dalam sikap dan praktek para pembuat kebijakan untuk menghasilkan alokasi anggaran konkret yang dapat membuka akses perempuan dalam kemiskinan atas tiga hak dasar: pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan kerja (pekerjaan);
  • Tipe-tipe hambatan yang membatasi kemampuan perempuan dalam membebaskan diri dari kemiskinan yang terkait dengan tiga area yang disebutkan di atas (pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan);
  • Tipe-tipe rencana program pendukung, termasuk bantuan teknis, untuk memantau alokasi anggaran ramah gender yang dapat meningkatkan akses atas pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan dengan meminimalkan hambatan-hambatan yang disebutkan sebelumnya.


B. Pengembangan kapasitas diantara para staf internal WRI khususnya dalam memproses, mentabulasi, dan menganilis data kualitatif maupun kuantitatif baik dari sumber primer maupun sekunder seperti Badan Pusat Statistik.

 

C. Kunjungan studi banding ke India, Korea, dan Brasil

 

Aktivitas/Permasalahan yang Ditangani


A. WRI memulai penelitiannya pada April 2007 setelah menerima hibah pada Januari 2007. Dalam proposal disebutkan bahwa WRI akan melakukan penelitian di lima kabupaten. Meski demikian, dalam pelaksanaannya, WRI melakukan penelitian di tujuh kabupaten yaitu: Surakarta, Jembrana, Indramayu, Lombok Tengah, Sumba Barat, Lampung Utara, dan Lebak. Tujuan dilakukannya pengumpulan data di kabupaten-kabupaten ini adalah untuk memperoleh data kemiskinan berbasis gender di tingkat kabupaten guna melihat kurangnya akses terhadap penyediaan layanan kesehatan utama, pendidikan dasar, dan kesempatan kerja yang setara bagi perempuan miskin. Pada periode pelaporan ini, penelitian WRI lebih berfokus mengenai kurangnya akses atas penyediaan layanan kesehatan utama bagi perempuan miskin.


Saat ini, penelitian ini berada dalam tahapan analisis data yang dikumpulkan dari tujuh kabupaten. Sebagai hasilnya, WRI telah memiliki data terkait akses dan pemanfaatan layanan kesehatan bagi perempuan miskin di tujuh kabupaten.


Data juga mencakup fakta-fakta mengenai alokasi anggaran untuk layanan kesehatan, khususnya yang terkait dengan kesehatan reproduksi dan angka kematian ibu dan bayi di tujuh kabupaten. Workshop dengan para pemangku kepentingan lokal (pembuat kebijakan dan masyarakat sipil setempat) untuk mengaplikasikan instrumen-instrumen penyusunan anggaran gender akan dilaksanakan pada kuartal pertama 2008. Diharapkan bahwa dengan dilaksanakannya workshop pada kuartal pertama 2008, WRI akan memiliki waktu yang cukup untuk mempengaruhi perbaikan atas proses pengalokasian anggaran untuk membuka akses bagi perempuan miskin terkait layanan kesehatan di tujuh kabupaten. Saat ini, data terkait alokasi anggaran untuk layanan kesehatan di tujuh kabupaten menunjukkan bahwa anggaran tersebut masih kurang dari 15% atau hanya sekitar 6-13% saja dari total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sementara, menurut Kementerian Kesehatan, terdapat kesepakatan diantara kepala-kepala daerah, walikota dan gubernur di Indonesia bahwa alokasi anggaran minimal untuk layanan kesehatan adalah 15% dari APBD.

 

B. Data mengenai hambatan-hambatan yang membatasi perempuan terkait dengan layanan kesehatan di tujuh kabupaten diantara kabupaten-kabupaten lainnya meliputi terbatasnya jumlah pekerja kesehatan terlatih, khususnya bidan dan dokter kandungan, infrastruktur yang buruk (layanan transportasi dan kondidi jalan yang buruk), keterbatasan alat yang diperlukan untuk menyediakan layanan kesehatan yang baik, mahalnya layanan kesehatan yang harus dibayark oleh perempuan miskin, dan distribusi asuransi kesehatan bagi penduduk miskin yang tidak merata.

 

C. Data mengenai rencana program pendukung dari tujuh kabupaten menunjukkan bahwa sebagian besar subjek penelitian merekomendasikan bantuan teknis dalam memantau alokasi anggaran ramah gender yang akan meningkatkan akses atas kesehatan dengan meminimalkan hambatan-hambatan yang disebutkan sebelumnya.

 

D. Pengembangan kapasitas staf internal WRI, khususnya dalam memproses, mentabulasi, dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif baik dari sumber primer maupun sekunder seperti Badan Pusat Statistik, belum selesai dilakukan karena penelitian lapangan baru saja selesai dilakukan. Meski demikian, untuk tahap awal penelitian, WRI telah mendiskusikan rancangan penelitiannya dengan almarhumah Dr. Sri Harijati Hatmadji, peneliti senior dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia beberapa kali pada Februari dan Maret 2007. Para peneliti WRI juga telah beberapa kali mendiskusikan rancangan penelitian dan temuan-temuan awalnya dengan Besral, ahli statistik, dan dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia sejak Februari hingga November 2007. Untuk menyediakan masukan-masukan bagi pengumpulan data dan penemuan pendahuluan penelitian WRI, divisi penelitian telah menggelar lima kali diksusi di kantor WRI dengan mengundang ahli-ahli permasalahan gender dan kesehatan reproduksi seperti Yanti Muchtar, Ninuk Widyantoro, dan ahli-ahli penelitian sosial dari Juni sampai November 2007. Direncanakan bahwa setelah WRI menyelesaikan rancangan pertama untuk memproses dan mentabulasi data dari tujuh kabupaten, WRI akan mengkonfirmasi hasilnya ke peneliti senior dari University of Sydney pada kuartal pertama 2008.

 

E. Kunjungan studi banding untuk mempelajari mekanisme partisipatif dalam melibatkan perempuan di politik dan kesuksesan dalam meningkatkan anggaran bagi pemberdayaan perempuan di India akan dilakukan pada Maret 2008. Sedangkan untuk kunjungan ke Brasil dialihkan ke Meksiko. Perubahan ini dikarenakan diskusi yang dilakukan oleh WRI, beberapa organisasi, dan Debby Budlender menyarankan WRI untuk belajar dari Fundar, sebuah jaringan anggaran partisipatif dan grup feminis di Meksiko yang sukses dalam meningkatkan anggaran untuk layanan kesehatan guna mengurangi angka kematian ibu. Perjalanan ke Meksiko direncanakan untuk dilaksanakan pada Mei 2008. Kunjungan ke Korea dibatalkan agar WRI dapat mengirimkan lebih banyak orang ke India.

 

Indikator Keberhasilan

  • Sekurang-kurangnya di tiga dari lima kabupaten, para pemangku kepentingan lokal merekstrukturisasi alokasi anggaran daerah mereka untuk memenuhi tiga hak dasar perempuan atas pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan kerja yang setara; 
  • Di setiap kabupaten, tersedia seperangkat instrumen untuk memantau dan mengevaluasi hasil-hasil alokasi anggaran ramah gender;
  • Meningkatnya kemampuan dalam melakukan survei dan pengumpulan data para staf WRI yang dikonfirmasi oleh peneliti senior dari University of Sydney selaku mentor mereka;
  • Publikasi dan diseminasi laporan penelitian, laporan perjalanan, dan kertas kerja mengenai alokasi ramah gender melalui website dan jurnal-jurnal WRI.
  • Hasil Aktual yang Telah Dicapai Sampai Saat ini
  • Indikator yang disebutkan sebagai poin satu sampai tiga akan dapat dicapai pada akhir masa kontrak pada Agustus 2008.
  • Pada Maret 2006, WRI mempublikasikan kompilasi artikel dengan judul Potret Kemiskinan Perempuan. Pada tahun yang sama (Agustus 2006), WRI juga mempublikasikan Studi Dampak Advokasi Anggaran Berkeadilan Gender di Enam Kabupaten/Kota di Indonesia. Pada Juni 2007, WRI mempublikasikan publikasi berbahasa Inggris pertamanya, "Decentralization as a Narrative of Opportunity for Women in Indonesia”. Buku ini ditulis berdasarkan arahan dari Profesor Gavin Jones dari Asian Research Institute, National University of Singapore dan terwujud berkat cuti panjang bagi Edriana Noerdin dan Sita Aripurnami dari Agustus sampai September 2006 dengan dukungan Dr. Meiwita Budiharsana. Seluruh publikasi dan laporan WRI dapat diakses dari website WRI.

 

Tujuan yang Diharapkan untuk Dicapai


Untuk mengembangkan agenda yang berfokus pada dampak kebijakan desentralisasi terhadap partisipasi politik oleh perempuan.

 

Tujuan yang Telah Dicapai Hingga Saat Ini


Selama masa pelaporan, WRI dalam batas tertentu telah mengembangkan agenda penelitian yang berfokus pada dampak-dampak kebijakan desentralisasi terhadap partisipasi politik oleh perempuan. Data yang sedang dikumpulkan memberikan kami gambaran dampak-dampak seperti apa yang diakibatkan oleh desentralisasi terhadap keseharian perempuan, khususnya perempuan miskin. Kemampuan para perempuan dalam menyuarakan kebutuhan mereka dapat dimaknai juga sebagai sebuah upaya untuk berpartisipasi secara politis karena melalui hal itulah para perempuan menegosiasikan posisi mereka untuk mendapatkan layanan publik dan alokasi anggaran yang lebih baik. WRI telah mengumpulkan data tersebut selama periode pelaporan dengan berfokus pada masalah layanan kesehatan bagi perempuan miskin.

 

Perubahan Organisasional/Lingkungan

  • Women Research Institute (WRI) telah melaksanakan Rencana Strategisnya pada Desember 2006-Januari 2007. Rencana Strategis dilaksanakan untuk membuat WRI lebih fokus dan produktif untuk tiga tahun kedepan (2007-2009). Hasil-hasil perencanaan program ini dapat dilihat di website WRI, www.wri.or.id***

 

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini