Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Dampak Konsesi Hutan terhadap Kehidupan Perempuan

    Data Global Forest Watch (GFW) mencatat hilangnya Tutupan Pohon di Lahan Gambut di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak, Riau. Hal ini berpotensi terhadap terjadinya kebakaran hutan yang berangsur lama. Jumlah hutan yang terdegrasi proporsinya jauh lebih banyak dibandingkan hutan murni. Perempuan yang tergantung pada kondisi hutan akan mengalami dampak yang berkepanjangan di masa mendatang. Laju deforestasi yang semakin cepat per tahunnya di picu oleh banyaknya izin konsesi yang diberikan pada perusahaan-perusahaan perkebunan dan kehutanan, mengakibatkan akses masyarakat terhadap hutan dan sumber daya alam juga semakin terbatas.

Pada tanggal 24 hingga 27 Februari 2014, tiga peneliti Women Research Institute (WRI) berkesempatan untuk mendapatkan pengembangan kapasitas mengenai strategi komunikasi di Yogyakarta. Workshop ini diselenggarakan oleh jaringan Policy Research Network (PRN) dengan mengambil tema Communication Strategy and Advocacy.

 

Tujuan dari diadakannya workshop ini selain untuk meningkatkan keahlian/kemampuan peserta, yang merupakan anggota PRN, dalam strategi komunikasi dan advokasi, juga untuk berbagi pengalaman antar anggota PRN dalam melakukan komunikasi dan advokasi. Lima narasumber yang dihadirkan dalam workshop ini berasal dari FISIPOL UGM, yaitu Dr. Kuskridho Ambardi, Rahayu M.Si, Ambar Widaningrum, Nanang Pamuji dan Dr.phil Hermin Indah Wahyuni.Farma Mangunsong, sekretariat PRN memperkenalkan narasumber Workshop


Dalam kegiatan ini, peneliti WRI mendapatkan tambahan pengetahuan bagaimana memetakan strategi advokasi dan menggunakan berbagai macam media dalam menyampaikan hasil penelitian kebijakan. Policy Brief dan Lembar Fakta yang pernah dihasilkan oleh WRI juga merupakan media yang efektif untuk mengadvokasi anggota parlemen.


PRN merupakan jaringan yang terdiri dari lembaga-lembaga yang memiliki fokus pada penelitian berbasis bukti (evidence based policy) untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah. PRN didirikan pada tanggal 29 Januari 2013 dalam pertemuan yang dihadiri oleh institusi-institusi yang pernah menerima hibah dari ProRep (Program Representasi)-USAID. Tujuan didirikannya jaringan ini adalah agar di masa depan PRN dapat menjadi think thank yang dapat memfasilitasi anggotanya melalui kolaborasi antar lembaga di dalam jaringan. Saat ini, PRN beranggotakan lima institusi berbasis penelitian, CSIS (Centre for Strategic and International Studies), IRE (Institute for Research and Empowerment), LPEM (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat), PPPI (Paramadina Public Policy Institute), dan WRI (Women Research Institute). Untuk sekarang, LPEM FEUI menjadi sekretariat PRN.

 

Hermin Indah Wahyuni, FISIPOL UGM menjelaskan mengenai content analysis media   M, Iksan-peneliti PPPI, sedang menyampaikan pendapat

 

Unduh materi workshop:

Strategi Media

Riset dan Perubahan Kebijakan

Framework untuk Strategi Komunikasi dan Advokasi

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini