Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: Kompas, Rabu, 14 Februari 2007
Imam Prihadiyoko

 

JAKARTA, KOMPAS -- Nunik Nurjanah dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah mengungkapkan kekecewannya tentang belum sempatnya almarhum Nurcholish Madjid membahas tentang gender dalam Islam. Padahal, akhir-akhir ini isu gender seringkali dihadapkan dengan isu penegakkan syariah Islam.

 

"Kalau kita berprasangka baik, mungkin cak Nur menganggap isu gender sebagai suatu isu yang sudah selesai seiring gerakan modernisasi," ujar Nunik ketika membuka diskusi sesi pertama pada seminar Gerakan Pembaruan Islam dan Isu-isu Gender di Universitas Paramadina, Rabu (14/2).

 

Nunik mencontohkan, pemberlakuan otonomi daerah yang harusnya menjadi langkah maju bagi demokrasi, namun kenyataannya telah memunculkan peraturan daerah yang bernuansa syariah Islam. Perda ini lebih dianggap membatasi perempuan dibandingkan melindungi. "Larangan keluar malam, dan kewajiban memakai pakaian muslimah, lebih membatasi gerak perempuan," ujar Nunik yang menjadi moderator pada sesi pertama itu.

 

Sesi pertama ini menghadirkan empat pembicara yaitu Wartawan Kompas Ninuk Mardiana Pambudi, Direktur Riset Woman Research Institute Edriana Nurdin, Direktur Eksekutif Jurnal Perempuan Adriana Venny, dan Komisioner Komnas Perempuan KH Husain Muhammad. ***