Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: Kompas, Rabu 13 Agustus 2008

Palembang, Kompas - Partai politik masih terus berupaya menjaring calon anggota legislatif atau caleg perempuan untuk memenuhi kuota 30 persen meski upaya tersebut cukup menyulitkan.


Wakil Ketua DPRD Sumsel Fatimah Rais, Selasa (12/8), mengatakan, tidak mudah bagi parpol untuk memperoleh caleg perempuan sebanyak 30 persen.


Menurut Fatimah Rais, untuk menjadi politikus tidak bisa dilakukan secara mendadak, tetapi dimulai dari bawah. Kuota 30 persen caleg perempuan menjadi pembelajaran bagi parpol dengan harapan pada Pemilu 2014 bisa lebih baik.


”Kondisi parpol di Sumsel juga sama. Mereka sedang mencari caleg perempuan karena masih ada waktu sampai tanggal 14 Agustus untuk menyerahkan daftar caleg ke KPU,” kata Fatimah Rais. Fatimah Rais berharap parpol di Sumsel bisa memenuhi kuota dan tidak menempatkan caleg perempuan pada nomor ”sepatu”.


Jumlah anggota legislatif perempuan di DPRD Sumsel hanya 11 orang dari 65 orang, sedangkan di DPRD Kota Palembang hanya dua orang dari 45 orang.


Direktur Women Research Institute (WRI) Sita Aripurnami menjelaskan, sulitnya memperoleh caleg perempuan bukan semata-mata tidak ada kader perempuan. Persoalannya ada pada visi dan misi parpol terhadap munculnya caleg perempuan. ”Pasti ada cara kalau parpol punya perspektif jender dan ingin meningkatkan jumlah caleg perempuan. Banyak aktivis perempuan yang menolak jadi caleg karena tak yakin parpol punya agenda meningkatkan kualitas perempuan,” ujarnya. (WAD)