Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Women Research Institute (WRI) sedang melakukan penelitian berjudul Forest Concessions, Public Participation, and Gender di Provinsi Riau. Hal ini merupakan kegiatan The Access Initiative's Gender Pilot Project dari World Resource Insitute, DC. Penelitian WRI ini dilatarbelakangi oleh persoalan kehutanan di Provinsi Riau yang telah menjadi salah satu masalah lingkungan serius di Indonesia.

 

Pada peristiwa kebakaran hutan Maret 2014, Provinsi Riau menjadi penyumbang titik api terbanyak dalam kebakaran hutan tersebut. Sepanjang 2013-2014, empat kabupaten di Provinsi Riau yakni Bengkalis, Rokan Hilir, Pelalawan, dan Siak menyumbang 52% titik api dari seluruh titik api di wilayah Indonesia. Dalam dua dekade terakhir, kebakaran hutan menjadi momen tahunan di Indonesia.

Laporan Program Tahunan WRI, Januari-Juni 2008


Refleksi

  • Hasil penelitian mengenai akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi perempuan miskin di tujuh kabupaten menunjukkan bahwa layanan dan pemanfaatan kesehatan reproduksi, khususnya kesehatan ibu bagi perempuan miskin, masih sangat terbatas. Lebih jauh, alokasi anggaran untuk layanan kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi di area penelitian rata-rata tidak lebih dari 2% dari anggaran kesehatan daerah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kebijakan mengenai kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi di area penelitian belum tersedia.
  • WRI saat ini memiliki data ekstensif yang terkait dengan layanan kesehatan reproduksi di tujuh kabupaten yang dapat dikembangkan sebagai basis data layanan kesehatan reproduksi. Data ini juga dapat digunakan sebagai sumber bagi publikasi-publikasi bertemakan Layanan Kesehatan Perempuan yang akan dikembangkan melalui diskusi dengan para ahli.

Laporan Program Tahunan WRI, Januari-Desember 2007


Refleksi

  • Kerangka penelitian pertama hanya melihat akses dan pemanfaatan layanan kesehatan bagi perempuan miskin di lima kabupaten. Selama melakukan persiapan penelitan, WRI menemukan bahwa beberapa kabupaten wilayah penelitian tidak merepresentasikan wilayah yang miskin. Oleh karena itu, berdasarkan diskusi dengan beberapa ahli, WRI mengubah wilayah penelitian dan menambah beberapa lokasi baru untuk mendapatkan data yang mewakili masyarakat miskin. 
  • Interaksi antara aktivitas-aktivitas WRI di bawah hibah yang berbeda dapat mendukung kerja yang diimplementasikan di bawah dukungan Ford Foundation. Selama 2007, WRI juga melatih para pemangku kepentingan di 15 kabupaten mengenai advokasi untuk menurunkan angka kematian ibu disamping meningkatkan alokasi anggaran pelayanan kesehatan khusunya bagi ibu dan anak. Hasil-hasil program ini, seperti analisis anggaran terkait layanan kesehatan di 15 kabupaten dan modul mengenai advokasi dan analisis anggaran, dapat membantu WRI mencapai tujuan jangka panjangnya untuk meningkatkan kondisi dan posisi perempuan di Indonesia.

Laporan Program Tahunan WRI, Januari – Desember 2006


Capaian

Pada 2006 WRI telah menyelesaikan kegiatan penelitiannya mengenai “Dampak Advokasi Anggaran Berkeadilan Gender di Enam Daerah di Indonesia”. Selain memperoleh data, WRI juga memberikan pengembangan kapasitas, khususnya terhadap para eksekutif dan legislatif di tingkat lokal di enam daerah penelitian. Saat ini hasil penelitian sudah sampai tahap penyuntingan dan lay-out (perancangan tata letak). Diharapkan bahwa buku mengenai “Dampak Anggaran Berkeadilan Gender di Enam Daerah di Indonesia” ini akan diterbitkan dan diluncurkan pada Agustus 2006.

 

Laporan Program Tahunan WRI, Pebruari – Desember 2005

 

Capaian

Dibandingkan dengan kerja satu tahun pertamanya pada tahun 2004, WRI secara aktif telah membuahkan hasil-hasilnya dalam publikasi bertema gender dan pemerintahan selama tahun 2005, seperti dapat dilihat secara terpisah dari laporan ini. Sepanjang tahun ini, WRI telah mempublikasikan empat buku yaitu: (1) “Representasi Perempuan dalam Kebijakan Publik di Era Otonomi Daerah”. Buku ini berisi mengenai temuan-temuan dari penelitian WRI tahap pertama di sembilan daerah/kota, termasuk Banda Aceh; (2) “Identitas Politik Perempuan Aceh oleh Edriana Noerdin; (3) “Metode-metode Feminis dalam Penelitian Sosial” oleh Shulamit Reinharz; (4) Pelatihan Modul mengenai “Analisa Gender dan Anggaran Berkeadilan Gender”. Dimana buku mengenai “Potret Kemiskinan Perempuan” masih dalam tahap proses penyuntingan. Bagian cover buku telah selesai, diharapkan pada akhir Pebruari 2006 buku ini dapat diterbitkan.