Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: detikHealth, Rabu, 12 Desember 2012 

AN Uyung Pramudiarja

 

Jakarta, Menikah di usia muda banyak ruginya bagi para remaja, khususnya remaja putri yang akhirnya banyak kehilangan kesempatan untuk sekolah lebih tinggi. Sayangnya kasus semacam ini masih banyak terjadi, contohnya di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.

 

Kurangnya informasi dan pemahaman tentang kesehatan seksual dan reproduksi serta hak-hak yang menyertainya membuat sebagian remaja di Gunungkidul melakukan hubungan seks di usia sangat muda. Akibatnya banyak yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dan terpaksa harus menikah di usia yang masih belia.

 

Data Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Gunungkidul tahun 2012 menunjukkan, permohonan dispensasi pernikahan mengalami peningkatan dari 80 kasus pada 2010 menjadi 145 pada 2011. Rentang usia para pasangan yang mau menikah berkisar antara 16 hingga 21 tahun.

 

Demikian juga menurut hasil pencatatan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Gunungkidul. Catatan PKBI menunjukkan, dari 366 kasus kehamilan tidak diinginkan di kabupaten tersebut sepanjang tahun 2010, sebanyak 31,96 persen di antaranya dialami oleh remaja usia 11 hingga 19 tahun.

 

Bukan hanya tersaji dalam angka, gambaran soal tingginya kasus nikah muda dan berbagai masalah yang menyertainya juga ditampilkan dalam sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Women Research Institute. Film berjudul Penuhi Hak Reproduksi Remaja dengan durasi sekitar 17 menit ini menampilkan berbagai masalah pada pasangan nikah muda di daerah yang terkenal tandus tersebut.

 

"Informasi tentang kesehatan reproduksi masih banyak yang belum paham. Banyak yang mengira hubungan seks tidak akan bikin hamil karena 'cuma sekali kok' atau 'cuma melakukannya malam hari kok'," kata Sita Aripurnami, MSc, Direktur Eksekutif Women Research Institute dalam seminar dan pemutaran film dokumenter 'Mengakhiri Pernikahan Dini dan Mengurangi Angka Kematian Ibu' di Hotel Crowne Plaza Jakarta, Rabu (12/12/2012).

 

Menurut Sita, pernikahan di usia muda bukan hanya merampas kesempatan untuk mendapat pendidikan dan pekerjaan yang lebih layak. Lebih dari itu, punya anak pada usia di bawah 20 tahun juga rentan memicu kematian ibu melahirkan akibat berbagai masalah kesehatan termasuk pre-eklampsia.

 


(up/vit)