Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: detikHealth, Rabu, 12 Desember2012

AN Uyung Pramudiarja

 

Kecenderungan remaja untuk nikah muda, baik dengan alasan dipaksa atau terpaksa karena hamil di luar nikah juga berdampak pada pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs). Salah satunya, Angka Kematian Ibu (AKI) sulit ditekan.

 

Sulitnya menekan AKI agar target MDGs sebesar 102 kasus per 100.000 kelahiran tercapai pada tahun 2015 diakui sendiri oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi. Meski menampakkan penurunan, namun tanpa adanya upaya yang lebih keras maka target MDGs diyakini tidak akan tercapai.

 

"Menurunkan (AKI) dari 118 (saat ini) menjadi 102 per 100.000 kelahiran, itu susah sekali," kata Menkes yang membuka seminar dan pemutaran film dokumenter 'Mengakhiri Pernikahan Dini dan Mengurangi Angka Kematian Ibu' di Hotel Crowne Plaza Jakarta, Rabu (12/12/2012).

 

Selama ini penyebab kematian ibu yang dianggap paling besar adalah hipertensi dan perdarahan. Namun menurut Menkes, identifikasi penyebabnya tidak cukup dilakukan sampai di situ saja melainkan harus dilihat lebih mendalam mengapa kedua hal itu jadi penyebab utama kematian ibu melahirkan.

 

Salah satunya, Menkes mengaitkannya dengan usia perempuan saat hamil dan melahirkan. Risiko mengalami perdarahan dikatakan lebih tinggi ketika seorang perempuan hamil dan melahirkan di usia yang terlalu muda maupun terlalu tua, sehingga keduanya harus dihindari.

 

"Kita tahu perdarahan terjadi paling banyak pada kehamilan usia muda, yakni di bawah 20 tahun. Kita juga tahu perdarahan banyak terjadi pada kehamilan usia 40 tahun ke atas," lanjut Menkes.

 

Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki angka kematian ibu melahirkan cukup tinggi. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, angkanya mencapai 228 kasus per 100.000 kelahiran.

 

Pada tahun 2011, di wilayah ini terjadi 18.915 kelahiran dan diperkirakan 10 persen dari angka tersebut terjadi pada remaja putri dengan rentang usia 14 hingga 19 tahun. Ini membuktikan bahwa tingginya angka nikah muda sering berhubungan dengan tingginya angka kematian ibu.

 

Berkaitan dengan tingginya AKI di Kabupaten Lombok Tengah, Women Research Institute (WRI) meluncurkan film dokumenter berjudul Selamatkan Nyawa Ibu. Film berdurasi 15 menit ini menampilkan kisah-kisah para tenaga kesehatan, keluarga yang ditinggalkan para ibu yang meninggal saat melahirkan, hingga para dukun beranak yang sering jadi andalan karena akses ke pusat layanan kesehatan di Lombok Tengah memang sangat terbatas. (up/vit***