Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: satuharapan.com, Kamis, 16 Januari 2014


JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Women Research Institute (WRI) dalam upaya mendukung adanya Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) mengadakan seminar publik dengan tema "Representasi Politik Perempuan: RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender" di Jakarta, Kamis (16/1).

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID, Kamis, 16 Januari 2014

Edwin Dwi Putranto

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Publik dinilai mulai tidak percaya dengan calon anggota legislatif pria karena lebih banyak melakukan korupsi daripada calon anggota legislatif perempuan, kata Direktur Penelitian Women Research Institute Edriana Noerdin.

 

"Kalau dari hasil penelitian kita di lapangan, justru kini masyarakat berharap banyak ke (caleg) perempuan karena memang mulai tidak percaya dengan anggota DPR pria," kata Edriana seusai seminar bertajuk "Representasi Politik Perempuan: RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender" di Jakarta, Kamis (16/1).

Sumber: Metrotvnews.com, Kamis, 16 Januari 2014

Laporan: Yogi Bayu Aji

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon anggota legislatif (caleg) perempuan harus sigap memanfaatkan segala jaringan yang ada jika ingin menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Berbagai infrastruktur yang ada dapat digunakan dalam menjaring suara di pemilu mendatang.

 

"Kalau perempuan kan dia ada majelis taklim dan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Jadi banyak infrastruktur di daerah yang bisa dipakai. Kalau laki-laki kan sulit," kata Direktur Women Research Institute (WRI) Edriana, setelah mengisi seminar Representasi Politik Perempuan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender di Grand Kemang Hotel, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (16/1).

Sumber: Metrotvnews.com, Kamis, 16 Januari 2014

Laporan: Yogi Bayu Aji

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Menggalang suara di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 bukan perkara mudah. Apalagi bagi calon anggota legislatif (caleg) perempuan. Jumlah caleg perempuan yang lebih sedikit, membuat mereka harus bersaing meraup suara dengan caleg laki-laki, baik dari internal partai maupun partai lain.

 

Direktur Women Research Institute (WRI) Edriana Noerdin menjelaskan, yang perlu dilakukan caleg perempuan adalah fokus dan mengetahui berapa jumlah suara yang diperlukan untuk menang. "Mereka harus fokus, lihat berapa sih suara supaya menang? Misalnya lima ribu suara di daerah pemilihan (dapil). Nggak usah kita berusaha mengambil sebanyak mungkin. Ada nilai eror sepuluh persen. Jadi kalo lima ribu tambah sepuluh persen jadi 5500 suara." kata Edriana setelah mengisi seminar Representasi Politik Perempuan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender di Grand Kemang Hotel, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (16/1).

Sumber: Metrotvnews.com, Kamis, 16 Januari 2014

Laporan: Yogi Bayu Aji

HUMANIORA

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Women Research Institute (WRI) menyatakan dukungannya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang memasukkan Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2012.

 

Hal itu disebut sebagai salah satu investasi yang sangat berarti bagi reformasi kebijakan yang berpihak pada perempuan Indonesia. "RUU KGG mendorong terbentuknya kesetaraan gender," kata Direktur Eksekutif WRI Sita Aripurnami dalam seminar Representasi Politik Perempuan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender di Grand Kemang Hotel, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (16/1).