Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: indonesiapopuler.com, 27 March 2015

Kurangnya pemahaman mendalam orang-orang perihal Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Tubuh Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan jadi masalah yang pantas di perhatikan.

Direktur Riset Women Research Institute, Edriana Noerdin, bahkan juga mengatakan, info yang hingga ke orang-orang masih tetap terbatas serta simpang siur. Pada akhirnya mereka tak tahu perihal mana saja yang dijamin sendiri serta mana yg tidak. Banyak yang mengeluhkan mengapa mesti membayar cost rumah sakit. Sesaat langkah pandang yang di bangun sekarang ini seakan telah gratis seluruhnya dengan bermodalkan kartu BPJS.

Sumber: sinarharapan.co, 27 Maret 2015

Albertina S Calemens

JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai pengelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat memfasilitasi pusat informasi JKN di lokasi yang mudah diakes oleh masyarakat. Dengan demikian, para perempuan dan petugas tenaga medis dapat mendapatkan informasi yang lengkap tentang JKN yang diterapkan per 1 Januari 2014.

Demikian salah satu hasil penelitian Women Research Institute (WRI) pada 2014, yang menyoroti efektivitas pelaksanaan JKN berdasarkan pengalaman bidan dan perempuan dalam mengakses pelayanan kebidanan di Jakarta Timur dan Kota Bandung, Jawa Barat, yang memiliki tingkat angka kematian ibu (AKI) yang tinggi.

Sumber: Kompas Cetak, 26 Maret 2015

 

JAKARTA, KOMPAS — Sejak tahun 2014, pembiayaan dan pelayanan kesehatan ibu hamil, melahirkan, dan selama masa nifas dijamin program Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, masih banyak perempuan miskin tak bisa memanfaatkannya akibat keterbatasan informasi, tenaga kesehatan, hingga sistem rujukan yang terlalu birokratis.

 

"Terbatasnya informasi JKN membuat jaminan pembiayaan tak bisa dimanfaatkan optimal," kata Direktur Penelitian Women Research Institute (WRI) Edriana Noerdin di Jakarta, Rabu (25/3). Simpulan itu hasil penelitian WRI terhadap perempuan dan bidan yang mengakses layanan kebidanan di Jakarta Timur dan Kota Bandung, November 2014-Februari 2015.

Sumber: tabloidkabari.com, 25 Maret 2015

Harry Prasetyo

KabariNews – Indonesia menetapkan target MDGs Angka Kematian Ibu (AKI), sebagai salah satu indikator pembangunan, sebesar 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup untuk tercapai pada tahun 2015. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (2012), AKI di Indonesia masih berada pada angka 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menekan tingginya AKI adalah dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada seluruh perempuan hamil, melahirkan, dan dalam masa nifas melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sumber: Liputan6.com, 25 Maret 2015
By Fitri Syarifah

Liputan6.com, Jakarta Dari total 300 ribu bidan yang ada di seluruh Indonesia, 42.125 bidan PTT (Pekerja Tidak Tetap) di antaranya tidak memiliki masa depan. Selain penghasilannya rendah, bidan yang rata-rata telah mengabdi lebih dari 9 tahun ini juga tidak memiliki kejelasan karier.

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di sela-sela seminar Efektivitas Jaminan Kesehatan Nasional untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu di Crowne Plaza Hotel, Jakarta, Rabu (25/3/2015).