Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sejak 2007, Indonesia tercatat sebagai negara dengan angka kematian ibu (AKI) tertinggi di Asia Tenggara (UNFPA, 2012) dengan 228 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Lima tahun kemudian, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (2012) menunjukkan AKI di Indonesia berada pada angka 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut tentu masih sangat jauh dari target kelima Millenium Development Goals, yaitu pada 2015 mencapai 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk menekan tingginya AKI adalah dengan menerapkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS), sejak tanggal 1 Januari 2014, program JKN Indonesia secara resmi dilaksanakan.

Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu, pemerintah memberikan jaminan pelayanan kesehatan selama dan setelah proses persalinan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, JKN mulai dijalankan pada 1 Januari 2014 dan dioperasikan oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS).

 

Sebagai upaya mendukung keberhasilan program tersebut, tenaga kesehatan yang berkompeten dan mencukupi menjadi hal yang sangat penting (WHO, 2005; UN, 2012; ICM, 2013). Dalam konteks penurunan angka kematian ibu, bidan merupakan tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam pelayanan kesehatan nasional.

Women Research Institute (WRI) telah melakukan penelitian dengan topik “Akses dan Pemanfaatan Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan pada Perempuan Miskin”. Penelitian dengan topik kesehatan ini dilakukan di 7 daerah penelitian, yaitu Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumba Barat, Kota Surakarta, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Lampung Utara yang dilakukan pada April 2007-April 2008. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitatif –survei dan kualitatif. 

 

Secara umum penelitian WRI dilaksanakan dengan maksud mengidentifikasi berbagai masalah yang dihadapi oleh perempuan miskin dalam hal mengakses dan memanfaatkan fasilitas kesehatan. Masalah tersebut memiliki kaitan erat dengan fasilitas dan pelayanan kesehatan itu sendiri, keluarga, dan masalah sosial budaya lainnya. Penelitian ini juga dilakukan untuk mencari upaya perbaikan dari fasilitas kesehatan agar perempuan memiliki akses, pemanfaatan, dan kualitas pelayanan dengan baik.

Artikel ini adalah ringkasan dari salah satu studi kasus mengenai masalah dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi dan ibu melahirkan. Studi kasus diambil dari 7 Kabupaten, yaitu Indramayu, Kota Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Lebak. Di sini dipaparkan kisah kehidupan Ponirah di Lebak, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

 

Ponirah dan Riwayat Kesehatan Reproduksinya

Selama menstruasi, Ponirah mengaku sering mengalami masalah terkait dengan menstruasinya. Ia sering mengalami sakit dilepan yang rasanya sangat sakit sebagaimana sakitnya orang melahirkan. Ia merasa mules yang sangat sakit. Ponirah mengatakan bahwa ketika masih gadis, darah menstruasi Ponirah sangat banyak. Namun, ketika sudah menikah, ia mengaku bahwa darah menstruasinya menjadi sedikit.

Artikel ini adalah ringkasan dari salah satu studi kasus mengenai masalah dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi dan ibu melahirkan. Studi kasus diambil dari 7 Kabupaten, yaitu Indramayu, Kota Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Lebak. Di sini dipaparkan kisah kehidupan Maimunah di Jembrana, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

 

Maimunah dan Masalah Kesehatan Reproduksinya

Maimunah menceritakan bahwa ia pernah mengalami berbagai bentuk masalah kesehatan terkait dengan kesehatan reproduksinya. Ia mengalami masalah pada saat menstruasi, keputihan, masalah pada saat hamil dan persalinan serta KB.

Artikel ini adalah ringkasan dari salah satu studi kasus mengenai masalah dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi dan ibu melahirkan. Studi kasus diambil dari 7 Kabupaten, yaitu Indramayu, Kota Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Lebak. Di sini dipaparkan kisah kehidupan Nurwati di Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara.

 

Nurwati berasal dari Serang namun besar di Lampung Utara, lahir pada tahun 1967 jadi saat ini berusia 40 tahun. Nurwati adalah anak ke delapan dari sepuluh orang bersaudara. Nurwati pernah bersekolah hingga kelas 2 SD dan akhirnya terhenti karena keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya. Tidak lama setelah mendapatkan menstruasi pertamanya Nurwati menikah di usia 16 tahun dengan Suherman yang satu tahun lebih tua dari Nurwati. Menikah diusia muda bagi keluarga Nurwati bukanlah hal yang aneh, mengingat kebiasaan yang terjadi di masyarakat saat itu. Bila seorang anak gadis telah mendapatkan menstruasi pertamanya maka itu adalah pertanda bahwa mereka telah siap untuk menikah. Menurut mereka dengan menikahkan anak gadis mereka maka hal itu setidaknya akan mengurangi beban ekonomi yang selama ini dirasakan menghimpit.

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini