Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Program ini merupakan program pengembangan kapasitas dalam menguatkan kemampuan advokasi yang bertujuan untuk membantu Kementerian Kesehatan dalam mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan anak. Salah satu strategi yang ditempuh adalah menyelenggarakan pelatihan untuk para pelatih (training of trainers) yang ditargetkan untuk para fasilitator advokasi di tingkat nasional, provinsi, dan daerah. Para pelatih ini adalah orang-orang yang terlibat dalam implementasi Pelatihan Advokasi di 15 daerah pada tahun 2007 sebagai co-fasilitator dan para pejabat dari Kementerian Kesehatan dan Departemen Kesehatan Daerah.

 

Program ini dilaksanakan oleh Boy Fidro, Edriana Noerdin, dan Sita Aripurnami, yang bertanggung jawab untuk fasilitasi Training of Trainers. Program ini memfasilitasi pelatihan yang menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran untuk orang dewasa.

Berangkat dari hasil penelitian WRI pada 2012 lalu yang berjudul "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan Kesejahteraan Perempuan: Studi Kasus di 5 Wilayah”. Ditemukan bahwa pengaruh dari budaya, sosial dan politik dalam masyarakat Indonesia telah menghalangi pemimpin perempuan dalam menggunakan kekuasaan mereka untuk mengatasi permasalahan isu-isu perempuan.

Laporan Program Centre of Democratic Institutions, Australian National University

 

Aktifitas pengembangan kapasitas bagi staf WRI dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi dalam merumuskan, mengimplementasikan, dan mengawasi strategi yang sesuai dan dapat dijalankan serta mengevaluasi efeknya dalam suatu kurun waktu tertentu. Sebagai sebuah lembaga riset, staf WRI juga harus memiliki pengalaman yang cukup untuk mengimplementasikan penelitian kualitatif dan juga penelitian kuantitatif. Lebih lanjut, staf WRI juga harus memiliki kompetensi dalam melakukan analisis mendalam untuk dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kondisi dan posisi perempuan di Indonesia.

Kepemimpinan Perempuan sebagai Upaya Menghadapi Tantangan Sosial, Budaya dan Politik di Indonesia

 

Sebagai tindak lanjut penelitian Women Research Institute (WRI) pada 2012 berjudul "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan Kesejahteraan Perempuan: Studi Kasus di 5 Wilayah”, WRI mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi para pemimpin organisasi perempuan dan para kadernya untuk keberlanjutan organisasi perempuan dalam memperkuat posisi perempuan di masyarakat.

Penelitian sosial dengan menggunakan teori feminis masih terbatas di Indonesia, hal ini disebabkan: Pertama, lembaga pengembang penelitian feminis masih sangat sedikit. Kedua, spesialis peneliti feminis masih langka. Ketiga, buku panduan penelitian feminis yang komprehensif dalam Bahasa Indonesia belum ada. Keempat, aplikasi teori penelitian feminis relatif berbeda dengan Penelitian Sosial lain yang bertolak dari paradigma positifistik dan dibutuhkan kepekaan serta pelatihan yang berkesinambungan. Oleh karena itu, pelatihan bagi para peneliti yang tertarik menggunakan teori feministik dalam penelitian sosial merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera diadakan.

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini