Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Manajer Publikasi dan Web Editor

 

Pertengahan 1990 Sekar mulai beraktivitas di Kalyanamitra, Pusat Komunikasi dan Informasi Perempuan. Sebuah NGO (non-governmental organizations) perempuan pertama di Jakarta yang bekerja untuk isu-isu perempuan yang pada perjalanannya memfokuskan diri pada penanganan perempuan korban kekerasan, sekaligus mengembangkan jaringan masyarakat untuk membangun gerakan penanganan bersama perempuan korban kekerasan.

 

Sebagai manajer divisi Kampanye, Sekar telah mengorganisir sejumlah kegiatan dialog publik di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia. Serta merancang dan memproduksi material kampanye berupa slide, leaflet, poster, sticker dan postcard juga membuat film bertema kekerasan terhadap perempuan. Selain itu dia juga menulis dan mengelola buletin Bejana Perempuan yang berisi berbagai fakta dan persoalan kekerasan yang dihadapi perempuan. Tulisannya berjudul “Perkosaan antara Mitos dan Fakta” pernah dimuat di Majalah Jakarta-Jakarta.

Peneliti

Selama masa kuliah,Tyas sudah aktif dalam organisasi mahasiswa. Tyas juga menjadi staf ahli Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia (MWA UI) Unsur Mahasiswa 2009 bidang Kebijakan Publik. Selama menjadi staf ahli MWA UI Tyas banyak melakukan kajian tata kelola pendidikan yang baik sehingga kebijakan Universitas Indonesia memudahkan mahasiswa memperoleh pendidikan tinggi. Tahun 2009-2010, Tyas menjadi volunteer Spanish Speaking Woman Association (SSWA).

 

Setelah menyelesaikan studinya 2010, Tyas terlibat dalam proyek penelitian Kementerian Kesehatan RI. Tahun 2011 Tyas bergabung menjadi Peneliti di Pusat Kajian Biostatistika dan Informatika Kesehatan (PKBIK) Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Dan pada awal Januari 2012 Tyas bergabung menjadi Peneliti Women Research Institute, sebuah lembaga penelitian yang mengkaji dan meneliti berbagai aspek yang menempatkan perempuan dan laki-laki dalam posisi yang adil dan setara.***

Peneliti

 

Ayu Anastasia, sejak mahasiswa sudah tertarik dengan penelitian yang berkaitan dengan isu perempuan dan anak-anak. Beberapa penelitian yang dilakukannya adalah penelitian dengan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PUSKA PA) FISIP UI. Ayu juga terlibat sebagai asisten peneliti dalam proyek penelitian PUSKA PA dengan Departemen Kriminologi UI pada Februari 2011 dengan judul penelitian "Mewujudkan Rutan dan Lapas yang Sensitif pada Pengalaman dan Kebutuhan Khusus Perempuan yang Beragam."

 

Setelah menyelesaikan S1 di Departemen Kriminologi FISIP UI pada September 2011, Ayu terlibat dalam proyek penelitian PUSKA PA dan Kementerian Sosial RI mengenai "Monitoring dan Evaluasi Program Kesejahteraan Sosial Anak". Kecintaannya terhadap dunia penelitian dan isu perempuan membuat Ayu bergabung menjadi peneliti di Women Research Institute, sebuah lembaga penelitian yang menaruh perhatian terhadap perempuan dengan basis feminisme.***

Peneliti

Ketertarikan Frisca Anindhita pada bidang penelitian dimulai sejak mahasiswa. Pada tahun 2008 dan 2009 Frisca bergabung dengan project World Bank “The Violent Conflict in Indonesia Study (ViCIS)” sebagai tim pengolah data digital. Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia lulusan tahun 2010 ini, beberapa kali terlibat dalam penelitian bertemakan kesehatan, di antaranya penelitian Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2010 sebagai validator dan sebagai enumerator pada penelitian Biaya Operasional Kesehatan (BOK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI.

 

Kemudian Oktober-Desember 2011 Frisca bergabung dengan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI sebagai tim Operasional Siskohatkes (Sistem Surveilance Kesehatan Haji Terpadu). Pada pertengahan Januari 2012, Frisca mulai bergabung dengan WRI sebagai peneliti.***

Peneliti

 

Pengetahuan mengenai gender dan feminisme telah didapatkan Benita Nastami semasa kuliah di Departemen Kriminologi, FISIP Universitas Indonesia. Sejak saat itulah perempuan yang akrab disapa Ninit mulai tertarik dengan isu gender, feminisme, serta kajian Penologi dan Hak Asasi Manusia. Sebagai tugas akhir Ninit memilih tema ‘Kerentanan Perempuan Narapidana Perempuan Terpapar HIV/AIDS di dalam Lembaga Pemasyarakatan’.

 

Setelah lulus dari Departemen Kriminologi pada 2011, Ninit bergabung sebagai Peneliti di Center for Detention Studies (CDS). Ninit terlibat dalam proyek penelitian CDS dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai “Survei Kualitas Layanan Pemasyarakatan”. Ketertarikan pada isu gender dikembangkannya melalui pelatihan-pelatihan seperti pelatihan metodologi feminis oleh Women Research Institute dan Information Technology Training oleh Brush Farm Corrective Service Academy, pada 2013. Kemudian pada Februari 2014, Ninit bergabung dengan Women Research Institute sebagai Peneliti.***

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini